Pacu Adrenalin di Buttumacca Enrekang



Akhir Minggu pergantian blok semester mungkin adalah satu-satunya waktu yang bisa dipakai liburan. Rencana perjalanan yang awalnya ke Toraja berubah haluan menjadi ke Enrekang, Sulawesi Selatan. Aku mencoba mencari informasi mengenai destinasi yang dituju tapi informasi yang disediakan masih benar-benar terbatas. Bermodalkan mental aku bersama seorang temanku nekat pergi tanpa informasi yang jelas.

Setelah shalat ashar kami langsung berangkat ke Terminal Daya, Kami memilih untuk menggunakan mobil lintas daerah untuk menyesuaikan dengan jam keberangkatan dan juga bisa meminta untuk menurunkan di lokasi. Perjalanan ke Enrekang juga bisa ditempuh dengan menggukan Bus dari Terminal daya dengan waktu keberangkatan jam 7-8 malam. 

Perjalanan menuju enrekang benar-benar melelahkan karena kami harus berdesakan dalam mobil selama 6 jam melewati beberapa kabupaten. Jam menunjukan pukul 21.45 saat kami memasuki daerah jalan poros Bambapuang - Toraja, mobil kami berhenti di daerah yang disebut resting atau vila Bambapuang. Namun vila bambapuang agak sedikit overprice untuk kami yang masih berstatus sebagai mahasiswa. Aku meminta supirnya untuk mencarikan penginapan lain yang lebih terjangkau.


Kami akhirnya turun di sebuah penginapan tepat didepan tempat makan bernama bukit kangen karena harga yang sangat terjangkau dan kami diijinkan check out tepat jam 10 malam keesokan harinya. Pemilik penginapannya orang yang sangat ramah dia mengijinkan kami untuk memakai motornya untuk pergi ke Buttumacca yang berjarak 1km dari lokasi penginapan.

Kami membayar uang masuk dan segera menuju ke spot foto buttumacca. Spot foto disini dihiasi dengan kemegahan gunung nona dan lekuk perbukitan serta sungai yang memotongnya menjadikannya landscape yang sempurna. Spot foto yang bertebaran di sepanjang wilayah buttumacca ini telah dikelola dan dihiasi dengan baik oleh warga lokal bambapuang namun menurutku masih perlu penataan yang lebih baik lagi.


Di daerah Buttumacca ini terdapat wahana yang sangat menarik sebut saja Flying Fox yang membelah bukit dan yang  paling memacu jantung yaitu Human Catapel. Human Catapel sendiri membawa  sensasi baru bagiku karena kita ditarik dengan karet yang diikat dikedua pohon dan terlempar kedepan sehingga mengigatkanku dengan game permainan angry bird.
Human Catapel


Flyng Fox


Setelah merasa cukup kami pergi ke lokasi berbeda yang cukup jauh dari Buttumacca kira-kira 3-5km. Walaupun spot foto dan pemandangan yang ditampilkan tidak sebanyak dan selapang Buttumacca tetapi disini menawarkan wahana yang berbeda yaitu Sepeda Kabel dan Tarzan Swing. Terlihat banyak remaja hits kekinian yang antri agar bisa berfoto pada sepeda cabel namun aku memilih untuk mencoba wahana tarzan swing yang menjadikanku orang pertama dihari itu untuk mencobanya. Harus diakui bahwa tarzan swing ini lebih mengerikan dan memacu adrenalin daripada Human Catapel karena kita dibawa merasakan sensasinya orang yang meloncat dari ketinggian.

Tarzan swing

Sepeda kabel


Enrekang terkhususnya daerah Bambapuang ini benar-benar indah membawaku kepada cerita baru dan membuatku ingin menulis tentang keindahan daerah baru dan berkembang di sulawesi lainnya.

HOW TO :
Makassar ( Terminal Daya ) - Bambapuang ( Enrekang ) : Rp. 100.000 ( Bus / Mobil daerah )
Penginapan : Rp.100.000/hari
Makanan : RP.20.000 - RP. 25.000
Rental Motor : Gratis ( cobalah untuk bertanya kepeda penduduk lokal disana )
Tiket Masuk : Rp. 5000 Parkir : Rp. 2000
Flying Fox : Rp. 25.000
Human Catapel : Rp. 15.000 / Rp. 20.000 ( lupa )
Sepeda Cabel : Rp.20.000
Tarzan Swing : Rp. 50.000
  • Cara mencari kendaraan pulang : Beridilah dipinggiran jalan sekitar jam 10-11 malam cobalah untuk menahan Bus Toraja - Makassar lalu negoisasi harga sebelum naik keatas Bus
  • Tidak terdapat mesin ATM diBambapuang tetapi Terdapat mini ATM dengan sistim gesek kartu debit dan biaya tambahan Rp.5000 jadi sebisa mungkin bawa cash. ATM terakhir terdapat di Enrekang kota.
  • Orang-orang di Bambapuang sangat ramah jangan ragu untuk bertanya atau meminta bantuan mereka dengan senang hati akan membantu.



 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Pendakian Gunung Gamalama 1700MDPL

Ternate, Bahagia itu 50rb saja