Journey to east 3 - Mancing dengan kesabaran di Nusliko



( Pantai Nusliko )
Udah baca Journey to east part 1  &2 kan..? Ok, hari ketiga saya di Halmahera adalah selayaknya aktifitas yang bisa saya lakukan didesa yaitu memancing dipinggir pantai. Mungkin artikel kali ini tidak bisa disebut bagian dari perjalanan dan agak membosankan, namun tujuan dari sebuah Journey adalah fun dan jujur saja memang agak menyenangkan bagi saya pribadi.




Saya bertanya-tanya kepada beberapa saudara saya di weda dimana tempat terbaik di weda untuk narsis ada yang menjawab “ Air terjun moriala “ namun sayangnya tempat itu sudah ditutup karena banyaknya penculikan orang oleh Jin.

Tapi tenang saja jawaban terbanyak menjawab “ Nusliko “ Saat dijelaskan bahwa itu sebuah teluk untuk memancing saya sendiri berpikir itu bukan sebuah tempat yang menarik namun saat siang kami kesana Nusliko benar-benar indah tak dapat digambarkan dengan mudah. Perjalanan ke Nusliko melewati sebuah tebing namun benar-benar indah anda bisa melihat pemandangan laut dan beberapa kapal ( sayangnya jalannya terlalu sempit dan ada truk yang lewat sehingga saya tidak dapat memotretnya ).
( Bagian tepi Nusliko)

Saat sampai di teluk Nusliko saya benar-benar bersemangat namun melihat air yang sangat surut saya bahkan tak sempat memotretnya ( APES ). Dan tempat terakhir kami pergi adalah Pantai Nusliko. Tempatnya Indah dengan pasir pantai yang lembut pohon kelapa disepanjang pantai yang berwarna hijau ini.
Saat di pantai Nusliko saya bertemu para pemancing suntung sehingga hanya saya yang memancing ikan. Para pemancing suntung ini sungguh baik, dan dengan sifat saya sendiri yang mudah berbaur membuat kami cepat akrab.
( Walau wajah seram kalau sudah kenal cepat akrab )
( orang yang berbaju merah ditengah berhasil mendapat 2 ekor Suntung )

Setelah lama menunggu akhirnya saya berhasil STRIKE.. Ternyata kunci saya mendapat ikan pertama adalah kesabaran ( Nunggu 1 jam loh ). Setelah itu kail dilempar kembali, setelah menunggu 45 menit saya berhasil mendapat ikan kedua ( buat yang mau tau jenis ikannya orang Weda menyebutnya : Gusumi ). Terlihat para pemancing suntung juga berhasil menangkap dua ekor..

( Jangan salah rasanya enak loh Telah digoreng dan dirasa )
( Dibakar juga enak loh apalagi dipinggir pantai )
Namun sayangnya Hujan mulai turun sehingga sesi memancing hari ini harus selesai..


( Suntung yang besar kan kawan. Kalau dimasak enak nih )

( Narsis dikit gak apalah )

( Jangan tanya kenapa jaketnya gue pakai terus ya )
*Traveling bukan sekedar jalan-jalan atau lari dari kepenatan, Traveling juga sebuah seentuhan rohani yang membuatmu kadang bersyukur dan merenung sehingga akan teringat saat-saat kamu memulai sebuah JOURNEY

Komentar

  1. Mantap,
    ikan-ikannya besar yah.
    abis mancing langsung acara bakar ikan, mantap tuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iia mantap banget apalagi suasananya daerah pinggiran pantai pedesaan.. tapi sayangnya hujan...

      Hapus
  2. AAAGGHHHHHH, ikan di perairan Indonesia Timurkan terkenal manis, enak dan ga amis ^o^ Jadi pengen!! Btw, suntung itu cumi2 ya...aku kirain apaan ;p

    Trus air terjun Moriala, serem amat itu... serius diculik jin?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha hanya saja didaerah sini dibilang suntung.... saya pikir pembaca dari luar pasti langsung tau kalau dilihat fotonya....
      Kalau soal air terjun moriala yang penting gak berambisi jagoan dan jangan datang sendiri juga jangan telusuri hutannya... kalau nemu benda berharga jangan diambil soalnya ada yang bemu benda berharga hingga jadi gila...

      Hapus
    2. aku emg suka petualangan Fi. tp kalo harus ngedatangin tempat yg kuat pengaruh makhluk halusnya, mending ga deh ;p Tau batas diri soalnya hihihi....Udahlah, daerah Indonesia timur mah lautnya yg harus dijelajahin...;)

      Hapus
    3. Laut indonesia timur dalem kak....XD bahkan ada yang langsung dalamnya 3-5m dari lepas pantai....

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Pendakian Gunung Gamalama 1700MDPL

Ternate, Bahagia itu 50rb saja